NAMA : SAFIRA MAHARANI SUBIANTORO
NPM : 26215325
KELAS : 4EB14
1. Pengertian Perencanaan Sumber Daya Manusia
Perencanaan
sumber daya manusia adalah suatu proses sistematis yang digunakan untuk
memprediksi permintaan dan penyediaan SDM dimasa mendatang. Melalui program
perencanaan SDM yang sistematis dapat diperkirakan jumlah dan jenis tenaga
kerja yang dibutuhkan pada setiap periode tertentu seingga dapat membantu
bagian SDM dalam perencanaan rekrutmen, seleksi, serta pendidikan dan
pelatihan.
Berbagai pandangan mengenai
definisi perencanaan sumber daya manusia seperti yang dikemukakan oleh:
Handoko (1997), Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan bisnis dan lingkungan pada organisasi di waktu yang akan datang dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi tersebut.
Andrew E. Sikula (1981;145) mengemukakan bahwa: “Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berinteraksi dengan rencana organisasi”.
George Milkovich dan Paul C. Nystrom (Dale Yoder, 1981:173). Perencanaan SDM merupakan proses analisis dan identifikasi tersedianya kebutuhan akan sumber daya manusia sehingga organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya.
Handoko (1997), Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan bisnis dan lingkungan pada organisasi di waktu yang akan datang dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi tersebut.
Andrew E. Sikula (1981;145) mengemukakan bahwa: “Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berinteraksi dengan rencana organisasi”.
George Milkovich dan Paul C. Nystrom (Dale Yoder, 1981:173). Perencanaan SDM merupakan proses analisis dan identifikasi tersedianya kebutuhan akan sumber daya manusia sehingga organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya.
2. Manfaat Perencanaan
Sumber Daya Manusia
Dengan perencaaan tenaga
kerja diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat baik bagi perusahaan maupun
bagi karyawan. Manfaat-manfaat tersebut antara lain:
1. Perusahaan dapat
memanfaatkan sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan secara lebih baik.
Perencanaan sumber daya manusia pun perlu diawali dengan kegiatan inventarisasi
tentang sumber daya manusia yang sudah terdapat dalam perusahaan. Inventarisasi
tersebut antara lain meliputi:
a)
Jumlah karyawan yang ada
b)
Berbagai kualifikasinya
c)
Masa kerja masing-masing
karyawan
d) Pengetahuan
dan keterampilan yang dimiliki, baik pendidikan formal maupun program pelatihan
kerja yang pernah diikuti
e)
Bakat yang masih perlu dikembangkan
f)
Minat karyawan, terutama
yang berkaitan dengan kegiatan di luar tugas pekerjaan
2. Melalui perencanaan sumber
daya manusia yang matang, efektifitas kerja juga dapat lebih ditingkatkan
apabila sumber daya manusia yang ada telah sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Standard Operating Prosedure (SOP) sebagai pedoman kerja yang telah dimiliki
yang meliputi: suasana kerja kondusif, perangkat kerja sesuai dengan tugas
masing-masing sumber daya manusia telah tersedia, adanya jaminan keselamatan
kerja, semua sistem telah berjalan dengan baik, dapat diterapkan secara baik
fungsi organisasi serta penempatan sumber daya manusia telah dihitung
berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.
3. Produktivitas dapat lebih
ditingkatkan apabila memiliki data tentang pengetahuan, pekerjaan, pelatihan
yang telah diikuti oleh sumber daya manusia. Dengan mengikutsertakan karyawan
dalam berbgai pendidikan dan pelatihan, akan mendorong karyawan untuk meningkatkan
produktivitas kerjanya. Melalui pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan
kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia yang diikuti dengan peningkatan
disiplin kerja yang akan menghasilkan sesuatu secara lebih professional dalam
menangani pekerjaan yang berkaitan langsung dengan kepentingan perusahaan.
4. Perencanaan sumber daya
manusia berkaitan dengan penentuan kebutuhan tenaga kerja di masa depan, baik
dalam arti jumlah dan kualifikasinya untuk mengisi berbagai jabatan dan
menyelengarakan berbagai aktivitas baru kelak.
5. Salah satu segi manajemen
sumber daya manusia yang dewasa ini dirasakan semakin penting ialah penaganan
informasi ketenagakerjaan. Dengan tersedianya informasi yang cepat dan akurat
semakin penting bagi perusahaan, terutama perusahaan yang memiliki sumber daya
manusia yang banyak dengan cabang yang tersebar di berbagai tempat (baik dalam
negeri maupun di luar negeri).
Dengan
adanya informasi ini akan memudahkan manajemen melakukan perencanaan sumber
daya manusia (Human Resources Information) yang berbasis pada teknologi canggih
merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan di era perubahan yang
serba cepat.
6. Seperti telah dimaklumi
salah satu kegiatan pendahuluan dalam melakukan perencanaan termasuk
perencanaan sumber daya manusia adalah penelitian. Berdasarkan bahan yang
diperoleh dan penelitian yang dilakukan untuk kepentingan perencanaan sumber
daya manusia, akan timbul pemahaman yang tepat tentang situasi pasar kerja
dalam arti:
a)
Permintaan pemakai tenaga
kerja atas tenaga kerja dilihat dan segi jumlah, jenis, kualifikasi dan
lokasinya.
b)
Jumlah pencari pekerjaan
beserta bidang keahlian, keterampilan, latar belakang profesi, tingkat upah
atau gaji dan sebagainya.Pemahaman demikian penting karena bentuk rencana yang
disusun dapat disesuaikan dengan situasi pasaran kerja tersebut.
7. Rencana sumber daya manusia
merupakan dasar bagi penyusunan program kerja bagi satuan kerja yang menangani
sumber daya manusuia dalam perusahaan. Salah satu aspek program kerja tersebut
adalah pengadaan karyawan baru guna memperkuat tenaga kerja yang sudah ada demi
peningkatan kemampuan perusahaan mencapai tujuan dan berbagai sasarannya. Tanpa
perencanaan sumber daya manusia, sukar menyusun program kerja yang realistik.
8. Mengetahui pasar tenaga
kerja. Pasar kerja merupakan sumber untuk mencari calon-calon sumber daya
manusia yang potensial untuk diterima (recruiting) dalam perusahaan. Dengan
adanya data perencanaan sumber daya manusia di samping mempermudah mencari
calon yang cocok dengan kebutuhan, dapat pula digunakan untuk membantu
perusahaan lain yang memerlukan sumber daya manusia.
9. Acuan dalam menyusun
program pengembangan sumber daya manusia. Perencanaan sumber daya
manusia dapat dijadikan sebagi salah satu sumbangan acuan, tetapi dapat pula
berasal dari sumber lain. Dengan adanya data yang lengkap tentang potensi
sumber daya manusia akan lebih mempermudah dalam menyusun program yang lebih
matang dan lebih dapat dipertanggungjawabkan. Berdasarkan hal-hal tersebut,
dapat diketahui manfaat dari perencanaan sumber daya manusia dalam suatu
perusahaan sebagai sesuatu yang sangat penting, demi kelancaran dan tercapainya
tujuan dari perusahaan.
3. Pentingnya Perencanaan Sumber Daya Manusia
A. Tingkat Perorangan
Perencanaan
sumber daya manusia sangat penting bagi kepentingan individu karena perencanaan
dapat membantu meningkatkan ketrampilan. Kepuasan individu dapat lebih mudah
dicapai melalui perencanaan karier yang terarah.
B. Tingkat Perusahaan
Organisasi
atau lembaga menggunakan perencanaan sumber daya manusia untuk meningkatkan
efisiensi dan produktivitasnya dalam jangka panjang. Organisasi harus merekrut
tenaga kerja yang berkualitas tinggi untuk dipekerjakan sehingga dapat bekerja
secara produktif.
C. Tingkat Nasional
Masalah
sumber daya manusia ditingkat nasional terkait dengan jumlah, komposisi,
keragaman, dan angkatan kerja yang ada pada suatu Negara. Teknologi yang sangat
berperan dalam industri
akhir-akhir ini sangat membutuhkan sumber daya manusia yang lebih terampil dalam bidang iptek,
manajerial dan inovatif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Sangat perlu
disiapkan sumber daya-sumber daya yang berkualitas dan unggul untuk memenuhi
kebutuhan yang meningkat untuk produktivitas yang lebih baik dan tanggung jawab
sosial yang tinggi.
4. Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Perencanaan Sumber Daya Manusia
Proses perencanaan sumber daya manusia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
Proses perencanaan sumber daya manusia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
A. Lingkungan Eksternal
Perubahan-perubahan
lingkungan sulit diprediksi dalam jangka pendek dan kadang-kadang tidak mungkin
diperkirakan dalam jangka panjang.
a)
Perkembangan ekonomi
mempunyai pengaruh yang besar tetapi sulit diestimasi. Sebagai contoh tingkat
inflasi, pengangguran dan tingkat bunga sering merupakan faktor penentu kondisi
bisnis yang dihadapi perusahaan.
b)
Kondisi
sosial-politik-hukum mempunyai implikasi pada perencanaan sumber daya manusia
melalui berbagai peraturan di bidang personalia, perubahan sikap dan tingkah
laku, dan sebagainya.
c)
Perkembangan teknologi/komputer secara dahsyat merupakan contoh jelas
bagaimana perubahan teknologi menimbulkan gejolak sumber daya manusia.
d)
Para pesaing merupakan
suatu tantangan eksternal lainnya yang akan mempengaruhi permintaan sumber daya
manusia organisasi. Sebagai contoh, “pembajakan” manajer akan memaksa
perusahaan untuk selalu menyiapkan penggantinya melalui antisipasi dalam
perencanaan sumber daya manusia.
B. Keputusan-keputusan Organisasional
Berbagai
keputusan pokok organisasional mempengaruhi permintaan sumber daya manusia.
a)
Rencana strategis
perusahaan adalah keputusan yang paling berpengaruh. Hal ini mengikat perusahaan
dalam jangka panjang untuk mencapai sasaran-sasaran seperti tingkat
pertumbuhan, produk baru, atau segmen pasar baru. Sasaran-sasaran tersebut
menentukan jumlah dan kualitas karyawan yang dibutuhkan di waktu yang akan
datang.
b)
Dalam jangka pendek, para
perencana menterjemahkan rencana-rencana strategi menjadi operasional dalam
bentuk anggaran. Besarnya anggaran adalah pengaruh jangka pendek yang paling
berarti pada kebutuhan sumber daya manusia.
c)
Forecast penjualan dan
produksi meskipun tidak setepat anggaran juga menyebabkan perubahan kebutuhan
personalia jangka pendek.
d)
Perluasan usaha berarti
kebutuhan sumber daya manusia baru.
e)
Begitu juga, reorganisasi
atau perancangan kembali pekerjaan-pekerjaan dapat secara radikal merubah
kebutuhan dan memerlukan berbagai tingkat ketrampilan yang berbeda dari para
karyawan di masa mendatang.
C. Faktor-faktor Persediaan Karyawan
Permintaan
sumber daya manusia dimodifakasi oleh kegiatan-kegiatan karyawan. Pensiun,
permohonan berhenti, terminasi, dan kematian semuanya menaikkan kebutuhan
personalia. Data masa lalu tentang faktor-faktor tersebut dan trend
perkembangannya bisa berfungsi sebagai pedoman perencanaan yang akurat.
5. Hambatan, Kendala Dan
Tantangan Dalam Perencanaan Sumber Daya Manusia
Guna
meminimalkan resiko kesalahan dari perencanaan, ada beberapa hambatan utama, kendala dan tantangan
dalam perencanana dan penempatan tujuan yang mesti dipahami oleh semua jajaran
manajemen dan karyawan.
1.
Hambatan dalam perencanaan:
a)
Tujuan yang tidak tepat
b)
System kompensasi yang
tidak tepat
c)
Lingkungan eksternal yang tidak komplek dan
dinamis
d)
Kondisi persaingan yang
semakin tajam
e)
Keengganan untuk mengubah
tujuan
f)
Tidak memahami organisasi
yang semakin dinamis
g)
Terjadi konflik internal
organisasi antara manajemen dan buruh
2.
Mengatasi hambatan:
Salah satu cara mengatasi
hambatan perencanaan adalah dengan memahami tujuan perencanaan dan proses
penetapan tujuan. Meskipun
bukan salah satu dalam mengatasi masalah, tetapi paling tidak dapat membantu
pengambilan keputusan. System informasi dapat pula membantu pencapaian
efektivitas perencanaan. Alat bantu ini diharapkan dapat meminimalkan tingkat
risiko dan ketidakpastian hasil yang ada.
3.
Kendala-kendala Perencanaan
Sumber Daya Manusia
a)
Standar Kemampuan SDM
Standar kemampuan SDM yang
pasti dan akurat belum ada, akibatnya informasi kemampuan SDM hanya
ramal-ramalan (prediction) saja yang
sifatnya subjektif. Hal ini menjadi kendala yang serius dalam PSDM untuk
menghitung potensi SDM secara pasti, seperti informasi energy mesin.
b)
Manusia (SDM) makhluk hidup
Manusia sebagai makhluk
hidup tidak dapat dikuasai sepenuhnya seperti mesin. Hal ini menjadi kendala
PSDM, karena itu sulit memperhitungkan segala sesuatunya dalam rencana.
c)
Situasi SDM
Persediaan, mutu, dan
penyebaran penduduk yang kurang mendukung kebutuhan SDM perusahaan. Hal ini
menjadi kendala proses perencanaan sumber daya manusia yang baik dan benar.
d)
Kebijaksanaan Perburuhan
pemerintah
Kebijaksanaan perburuhan
pemerintah, seperti kompensasi, jenis kelamin, WNA, dan kendala lain dalam PSDM
untuk membuat rencana yang baik dan tepat.
4.
Tantangan Dalam Perencanaan Sumber Daya Manusia
Tantangan
dalam perencanaan sumber daya manusia, ada yang bersifat
eksternal dan internal.
a)
Tantangan eksternal, meliputi: bidang Ekonomi, sosial
politik, perundang-undangan, teknologi, dan persaingan.
b)
Tantangan internal,
meliputi: anggaran, estimasi produk
dan penjualan, usaha atau kegiatan baru, dan sebagainya.
6. Proses
Dalam Perencanaan Sumber Daya Manusia
Strategi
SDM adalah alat yang digunakan untuk membantu organisasi untuk mengantisipasi
dan mengatur penawaran dan permintaan SDM. Strategi SDM ini memberikan arah
secara keseluruhan mengenai bagaimana kegiatan SDM akan dikembangkan dan
dikelola. Pengembangan rencana SDM merupakan rencana jangka panjang. Contohnya,
dalam perencanaan SDM suatu organisasi harus mempertimbangkan alokasi
orang-orang pada tugasnya untuk jangka panjang tidak hanya enam bulan kedepan
atau hanya untuk tahun kedepan. Alokasi ini membutuhkan pengetahuan untuk dapat
meramal kemungkinan apa yang akan terjadi kelak seperti perluasan, pengurangan
pengoperasian, dan perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi organisasi
tersebut.
Adapun
proses perencanaan tersebut adalah:
a)
Prosedur perencanaan SDM.
b)
Menetapkan secara jelas
kualitas dan kuantitas SDM yang dibutuhkan.
c)
Mengumpulkan data dan
informasi tentang SDM.
d)
Mengelompokkan data dan
informasi serta menganalisisnya.
e)
Menetapkan beberapa
alternative.
f)
Memilih yang terbaik dari
alternative yang ada menjadi rencana.
g)
Menginformasikan rencana
kepada para karyawan untuk direalisasikan.
Perencanaan SDM harus dimulai dari
pendayagunaan secara efektif dan efisien (optimal) SDM yang sudah dimiliki, dan
hanya akan menambah atau merekrut SDM dari luar apabila ternyata terdapat
kekurangan SDM untuk melaksanakan tugas-tugas pokok perusahaan.
Selanjutnya, terdapat tiga
prinsip utama yang perlu diperhatikan dengan cermat ketika melakukan proses
perencanaan SDM yaitu:
1. Tujuan Perencanaan SDM
harus dihubungkan dengan program dan kegiatan bisnis yang diemban oleh setiap
unit kerja. Strategi dan rencana bisnis ke depan merupakan dasar yang sangat
penting untuk mulai menyusun perencanaan SDM
2. Penetapan persyaratan atau kualifikasi SDM
yang tepat harus dirancang dan dipergunakan dalam rekrutmen dan seleksi.
Perencanaan SDM yang baik juga selalu diawali dengan penetapan kualifikasi SDM
yang jelas dan diterapkan secara konsisten dalam proses rekrutmen/seleksi.
3. Proses perencanaan SDM
harus juga disertai dengan prediksi permintaan (demand) dan persediaan (supply)
pasar tenaga kerja (internal dan eksternal). Perencanaan SDM harus didasarkan
pada prediksi yang cukup akurat dan dilakukan secara kontinyu, mengenai pola
demand dan supply tenaga kerja, baik pada sisi internal perusahaan ataupun sisi
eksternal
DAFTAR PUSTAKA
Mangkunegara Anwar Prabu.
2008 . Manajemen Sumber Daya Perusahaan.Bandung:
PT Remaja Rosdakarya
Yustika Ahmad Erani, 2007, Perekonomian Indonesia, FE UNIBRAW, Malang.
Nursanti, T.Desy, 2002, Strategi Terintegrasi Dalam Perencanaan SDM , dalam Usmara, A (ed), Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta,
Amara books.
http://hendrytha.blogspot.com/2012/10/makalah-perencanaan-sumber-daya-manusia.html
http://nurullmardiah.blogspot.com/2013/01/makalah-perencanaan-sumber-daya-manusia.html
http://www.jobstreet.co.id/career-resources/prinsip-dan-cara-melakukan-perencanaan-sdm/#.Vnh2DLUTBH0
http://maetchsyaroni.blogspot.co.id/
https://www.academia.edu/20076055/MAKALAH_PERENCANAAN_SDM_1
Yustika Ahmad Erani, 2007, Perekonomian Indonesia, FE UNIBRAW, Malang.
Nursanti, T.Desy, 2002, Strategi Terintegrasi Dalam Perencanaan SDM , dalam Usmara, A (ed), Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta,
Amara books.
http://hendrytha.blogspot.com/2012/10/makalah-perencanaan-sumber-daya-manusia.html
http://nurullmardiah.blogspot.com/2013/01/makalah-perencanaan-sumber-daya-manusia.html
http://www.jobstreet.co.id/career-resources/prinsip-dan-cara-melakukan-perencanaan-sdm/#.Vnh2DLUTBH0
http://maetchsyaroni.blogspot.co.id/
https://www.academia.edu/20076055/MAKALAH_PERENCANAAN_SDM_1