NAMA : SAFIRA MAHARANI SUBIANTORO
NPM : 26215325
KELAS : 4EB14
1. Pengertian Desain Jabatan
Simamora (2004:116) mengatakan desain pekerjaan adalah proses penentuan tugas-tugas yang akan dilaksanakan, metode-metode yang digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas ini, dan bagaimana pekerjaan tersebut berkaitan dengan pekerjaan lainnya di dalam organisasi. Desain pekerjaan memadukan isi pekerjaan (tugas, wewenang dan hubungan) balas jasa dan kualifikasi yang dipersyaratkan (keahlian, pengetahuan dan kemampuan) untuk setiap pekerjaan dengan cara memenuhi kebutuhan pegawai maupun perusahaan. Pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahlian akan sangat sulit untuk dilaksanakan oleh pegawai. Desain perkerjaan haruslah dirancang dengan sebaik mungkin dengan mempertimbangkan elemen-elemen yang mempengaruhi desain pekerjaan.
2. Elemen-Elemen Desain Jabatan
Menurut Handoko (2001:33) elemen-elemen desain pekerjaan adalah :
A. Elemen-elemen organisasiona
Elemen-elemen organisasional merupakan elemen yang harus diperhatikan suatu organisasi dalam pembentukan atau desain perkerjaan. Elemen-elemen organisasional pada desain pekerjaan bersangkutan efisiensi. Efisiensi merupakan suatu pencapaian tujuan sesuai dengan pendanaan-pendanaan yang ditetapkan oleh perusahaan. Pekerjaan-pekerjaan yang dirancang secara efisien mendorong pegawai yang mampu dan termotivasi untuk mencapai keluaran yang maksimal. Perhatian akan efisiensi ini telah dimulai sejak munculnya manajemen ilmiah.
Para ahli mencurahkan riset mereka untuk menemukan cara-cara terbaik untuk merancang pekerjaan yang efisien. Studi gerak dan waktu membeberkan sesuatu disiplin baru, yaitu teknik industri. Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa spesialisasi adalah elemen kunci dalam desain pekerjaan. Bila para pegawai bekerja berulang-ulang sampai batas tertentu, tingkat keluarannya bisanya lebih tinggi. Penemuan-penemuan para peneliti ini dapat diterapkan dalam era komputerisasi sekarang.
Berikut ini adalah elemen-elemen organisasi dalam desain pekerjaan menurut Handoko (2001:35) :
- Pendekatan Mekanistik, Pendekatan mekanistik berusaha untuk mengindentifikasikan setiap tugas dalam suatu pekerjaan agar tugas-tugas dapat diatur untuk menimbulkan waktu dan tenaga para pegawai. Setelah identifikasi tugas selesai, sejumlah tugas dikelompokkan menjadi satu perkejaan. Hasilnya adalah spesialisasi. Pendekatan ini mendekatkan efisiensi waktu, tenaga, biaya tenaga kerja, latihan dan pengembangan. Teknik ini masih secara luas digunakan dalam operasi-operasi perakitan, dan terutama efektif bila para pegawai kurang berpendidikan atau kurang mempunyai pengalaman.
- Aliran kerja, Aliran kerja dalam suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh sifat produk atau jasa. Produk atau jasa biasanya menentukan urutan dan keseimbangan pekerjaan-pekerjaan sehingga dibutuhkan aliran kerja dari suatu kegiatan.
- Praktek-praktek kerja, Praktek-praktek kerja merupakan cara-cara bagaimana pelaksanaan kerja yang ditetapkan. Metode praktek kerja ini bisanya terbentuk dari tradisi atau kesempatan kolektif para pegawai atau bagian kontrak (perjanjian) kerja dari serikat buruh. Hal ini mengurangi flerksibilitas departemen personalia dalam merancang pekerjaan-perkerjaan.
B. Elemen-elemen lingkungan
Elemen-elemen lingkungan merupakan aspek kedua dalam desain perkerjaan. Para perancang pekerjaan tidak dapat mengabaikan pengaruh lingkungan eksternal. Elemen-elemen lingkungan pokok dalam desain pekerjaan adalah kemampuan dan tersedianya para pegawai potensial serta pengharapan-pengharapan sosial. Pertimbangan efisiensi harus diselaraskan dengan kemampuan dan tersedianya pegawai yang akan melaksanakan pekerjaan. Misalnya banyak lowongan kerja yang kadang-kadang sulit untuk diisi karena tidak tersedianya calon pegawai yang mempunyai kemepuan tertentu. Selain itu desain pekerjaan juga dipengaruhi oleh pengharapan masyarakat. Misalnya masyarakat di lokasi perusahaan, meskipun tidak mempunyai keterampilan, namun kenyataannya sering menuntut langan kerja. Disamping itu masyarakat yang mempunyai keterampilan mempunyai pengharapan yang lebih tinggi dalam hal kualitas kehidupan kerja. Meskipun aliran dan praktek-praktek kerja mungkin menyarankan suatu desain perkerjaan tertentu, namun pekerjaan harus memenuhi harapan-harapan para pegawai dan masyarakat.
C. Elemen-elemen keperilakuan
Menurut
Handoko (2001:36) elemen-elemen keperilakuan perlu mempertimbangkan beberapa
aspek dalam desain pekerjaan, yaitu :
- Otonomi, Otonomi mempunyai pengertian bahwa dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawab atas pekerjaan. Seorang pegawai diberikan wewenang untuk mengambil keputusan yang dibutuhkan dalam bidang tugasnya. Dengan diberikannya wewenang pengambilan keputusan maka berarti akan bertambahnya tanggung jawab, sehingga akan cenderung meningkatkan perasaan dipercaya dan dihargai. Kurangnya otonomi akan menyebabkan pegawai menjadi apatis atau menurun prestasi kerjanya. Hal ini akan mengakibatkan turunnya kepuasan kerja pegawai dalam melaksanakan tugasnya.
- Variasi, Variasi pekerjaan sangat dibutuhkan oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya. Dengan variasi pekerjaan yang baik maka tingkat kebosanan dalam melaksanakan tugas akan dapat ditekan. Apabila seseorang pegawai telah merasa bosan maka timbul rasa lelah. Kelelahan yang berlanjut akan mengakibatkan kesalahan-kesalahan dalam melaksanakan tugas. Dengan adanya kesalahan-kesalahan ini maka seorang pegawai akan ditegur oleh atasannya. Dengan tguran ini maka soerang pegawai dapat merasa tidak senang dan tidak puas dalam melaksanakan tugasnya.
- Indentitas tugas, Identitas pekerjaan merupakan ciri-ciri, jenjang atau tingkatan dan klasifikasi dari suatu pekerjaan. Bila pekerjaan tidak mempunyai identitas yang jelas, maka para pegawai akan kurang merasa bertanggung jawab atas pekerjaannya. Hal ini berarti bahwa kontribusi (sumbangan-sumbangan atau hasil pekerjaan) para pegawai tidak tampak dengan jelas, sehingga kepuasan kerja dapat menurun.
- Umpan balik, Bila pekerjaan-perkerjaan yang dilaksanakan pegawai memberikan umpan balik tentang seberapa baik pelaksanaan pekerjaan mereka, maka para pegawai akan mempunyai pedoman dan motivasi untuk melaksanakan perkerjaan dengan lebih baik. Hasil atau nilai prestasi kerja pegawai dalam melaksanakan tugasnya haruslah diberitahukan sehingga dapat memperbaikinya atau dapat meningkatkannya. Sehingga kepuasan kerja dari pegawai dapat ditingkatkan.
D. Teknik – Teknik Rancang Ulang
Desain Jabatan
Menurut
Simamora (2004:118) teknik-teknik desain pekerjaan dapat dilakukan dengan cara
:
- Simplikasi pekerjaan, Simplikasi pekerjan merupakan suatu teknik desain pekerjaan yangmengarah kepada pekerjaan yang sangat terspesialisasi. Ini berarti pekerjaan disederhanakan atau dipecah-pecah menjadi bagian terkecil, biasanya terdiri dari beberapa operasi. Pekerjaan dapat dilakukan secara bersama-sama sehingga pekerjaan dapat dikerjakan secara lebih cepat. Resiko simplikasi pekerjaan adalah bahwa pekerjaan-pekerjaan bisa menjadi terspesialisasi sehingga menimbulkan kebosanan yang tinggi.
- Rotasi pekerjaan, Teknik desain pekerjaan dengan memungkinkan adanya rotasi pekerjaan akan membuat seorang pegawai secara sistematis berpindah dari satu posisi ke posisi atau pekerjaan yang lainnya di dalam organisasi. Dengan teknik ini akan membuat pegawai tidak merasa bosan dan banyak bidang pekerjaan yang akan diketahuinya. Namun tingkat produktivitas akan rendah, hal ini disebabkan karena para pegawai yang baru pindah ke pekerjaannya yang baru akan terlebih dahulu menyesuaikan diri dan memahami pekerjaannya.
- Pemekaran pekerjaan, Pemekaran pekerjaan merupakan suatu teknik desain pekerjaan dengan mengadakan perluasan kerja. Perluasan kerja merupakan kebalikan dari simplikasi pekerjaan. Pekerjaan diperluas sampai pada tingkat dimana bagian-bagian yang berkaitan erat dan saling mendukung diselesaikan oleh seorang pegawai atau bagian. Hal ini sangat mengurangi tingkat kebosanan dan akan meningkatkan kepuasan kerja. Tingkat kebosanan yang turun dan meningkatkan kepuasan kerja disebabkan banyaknya variasi pekerjaan bagi pegawai yang akan menambah arti dan tanggung jawab pekerjaan. Pemekaran pekerjaan bersifat horizontal, maksudnya pemekaran pekerjaan ditujukan kepada pekerjaan-pekerjaan yang sederajat yang masih mempunyai kesamaan fungsi, tugas dan tanggung jawabnya.
- Pemerkayaan Pekerjaan, Pemerkayaan pekerjaan merupakan penambahan tugas dan tanggung jawab dari para pegawai. Pemerkayaan pekerjaan dirancang untuk mengurangi kebosanan yang sering menjadi masalah dalam pekerjaan yang berulang-ulang. Program ini memberikan lebih banyak otorisasi untuk melaksanakan pekerjaan dan pengambilan keputusan dan meningkatkan tanggung jawab. Pemerkayaan pekerjaan bersifat vertikal, maksudnya pemerkayaan pekerjaan ditujukan kepada pekerjaan-pekerjaan yang berada di atasnya yang masih mempunyai fungsi yang bersamaan.
Sedangkan Handoko
(2001:40) menyatakan teknik-teknik perancangan kembali
pekerjaan-pekerjaan ada 2 (dua) jenis, yaitu :
1.
Simplikasi pekerjaan
2.
Perluasan pekerjaan
Perbedaan yang menyolok
dari teknik-teknik tersebut adalah pada teknik pertama ada 4 cara, sedangkan
pada teknik kedua hanya 2 cara. Teknik desain pekerjaan dengan simplikasi
pekerjaan adalah merupakan teknik mempersempit ruang lingkup pekerjaan dari
seorang pegawai. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas kerja pegawai. Sedangkan
perluasan pekerjaan merupakan teknik-teknik desain pekerjaan yang memperluas
pekerjaan dari seorang pegawai atau bagian. Cara kedua dalam teknik kedua yaitu
perluasan pekerjan termasuk kedalam pengertian rotasi pekerjaan, pemekaran
pekerjaan (perluasan pekerjaan secara horizontal) dan pemerkayaan pekerjaan
(perluasan pekerjaan secara vertikal). Dengan adanya teknik-teknik desain
pekerjaan ini, para desainer atau perancang pekerjaan dapat merancang pekerjaan
dengan sebaik mungkin dan dapat menyesuaikan pekerjaan dengan kehendak-kehendak
pegawai dan sesuai dengan jenis dan tujuan perusahaan. Desain pekerjaan yang
telah sesuai dengan kehendak pegawai dan sesuai dengan jenis dan tujuan
perusahaan maka besar kemungkinan dapat memuaskan pegawai dalam melaksanakan
tugas-tugas atas pekerjaan mereka
E. Analisa Jabatan
Pegertian analisa
jabatan merupakan suatu proses untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai
informasi yang berhubungan dengan berbagai operasi dan kewajiban suatu jabatan.
Dengan demikian analisa jabatan akan mencoba mengupas suatu jabatan, dengan
memberi jawaban atas suatu pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan,
bagaimana menjalankannya, mengapa pekerjaan tersebut harus dilakukan. Hasil
dari analisa jabatan adalah deskripsi jabatan dan spesifikasi
jabatan. Proses analisa jabatan sendiri sebenarnya merupakan suatu pengumpulan
data.
Berbagai pendekatan
dapat dipergunakan untuk melakukan studi terhadap suatu jabatan, dan apa yang
bisa dipergunakan adalah:
• Kuesioner
• Menuliskan cerita
singkat (written narrative)
• Pengamatan
(observasi)
• Wawancara (interview)
Pendekatan yang paling
sering digunakan adalah interview dan biasa dipergunakan baik untuk pekerja
harian maupun bulanan. Berikutnya yang sering dipergunakan adalah observasi,
terutama untuk pekerja-pekerja harian.
Walaupun demikian harus
disadari bahwa masing-masing teknik mempunyai kelemahan dan kebaikan
sendiri-sendiri. Kelemahan teknik kuesioner dan written narrative terletak pada
data yang diperoleh seringkali tidak lengkap tidak teratur dan tidak kompak.
Tetapi kebaikannya adalah bisa dipergunakan sebagai latar belakang pengetahuan
untuk melakukan interview terhadap pemangku-pemangku jabatan. Sedangkan metode
ketiga dan keempat terutama memberikan data yang lebih lengkap, lebih teliti
dan penggunaan waktu yang lebih baik. Jika pelaksanaan tugas merupakan
pekerjaan yang sederhana dan berulang-ulang maka teknik observasilah yang biasa
digunakan.
Karena banyak para
analisis jabatan yang menggunakan teknik wawancara (interview) sebagai metode
pengumpulan data maka beberapa sikap dasar dan teknik yang bisa digunakan untuk
memperoleh informasi yang lengkap dan akurat perlu diperhatikan. Sikap-sikap
dan teknik-teknik tersebut bisa membantu para analis jabatan untuk mengurangi
kecurigaan baik dari karyawan maupun pengawas yang sedang dianalisa jabatannya.
F. Deskripsi Jabatan
Hasil pertama yang
segera diperoleh dari analisa jabatan adalahdeskripsi jabatan. Deskripsi
jabatan merupakan suatu statement yang teratur dari berbagai tugas dan
kewajiban suatu jabatan tertentu. Deskripsi jabatan adalah penjelasan
tentang suatu jabatan, tugas-tugas, tanggungjawab, wewenang dan sebagainya.
Penyusunan statement
ini hendaknya bisa mudah dipahami. Cara seperti ini mungkin bisa dipergunakan:
1. Identifikasi jabatan
2. Ringkasan jabatan
3. Tugas yang
dilaksanakan
4. Pengawasan yang
diberikan dan yang diterima
5. Hubungan dengan
jabatan-jabatan lain
6. Bahan-bahan,
alat-alat dan mesin-mesin yang dipergunakan
7. Kondisi kerja
8. Penjelasan
istilah-istilah yang tidak lazim
9. Komentar tambahan untuk
melengkapi penjelasan diatas.
Didalam pembuatan
deskripsi jabatan bagian terpenting adalah menuliskan atau membuat tugas-tugas
yang harus dilaksanakan untuk jabatan tersebut. Untuk itu kita bisa mulai
menyusunnya dengan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan “apa” dan “mengapa”
kita melaksanakannya. Sewaktu penyusunannya lebih baik dimulai dengan kata
kerja.
G. Spesifikasi Jabatan
Sesudah membaca
deskripsi jabatan yang kita buat, maka akan timbul pertanyaan yang selanjutnya.
Misalnya, siapa yang memangku jabatan tersebut, karyawan-karyawan yang
bagaimana yang akan memenuhi persyaratan-persyaratan bagi jabatan tersebut,
apakah jabatan tersebut bisa dipegang oleh lulusan SLTA dan lain sebagainya.
Jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut disusun menjadi apa yang
disebut denganspesifikasi jabatan. Dengan kata lain spesifikasi jabatan adalah
suatuinformasi tentang syarat-syarat yang diperlukan bagi setiap karyawan atau
pegawai agar dapat memangku suatu jabatan dengan baik.Spesifikasi jabatan
merupan suatu statement dari kualitas minimum karyawan yang harus diterima agar
dapat menjalankan suatu jabatan dengan baik.
* Pada umumnya isi
dari suatu spesifikasi jabatan terdiri dari:
1. Identifikasi jabatan
2. Persyaratan kerja
H. Metode Pengumpulan Data
Atau Informasi Jabatan
Untuk memperolah
informasi analisis pekerjaan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Metode yang
umum digunakan dalam mengumpulkan informasi adalah observasi, wawancara, dan
angket.
1. Metode
Observasi
Metode observasi adalah
metode yang digunakan dalam mengumpulkan informasi dengan mengamati individu
yang melakukan pekerjaan itu dan mencatatnya untuk menguraikan tugas dan
kewajiban yang dilakukannya. Metode observasi sangat tepat jika dilakukan pada
jenis pekerjaan yang bersifat pengulangan. Penggunaan metode observasi
memungkinkan analisis dilakukan dekat dengan suasana pekerjaan dilapangan.
Walaupun sifatnya pengamatan, namun tidak seharusnya analis mengamati secara
kontinyu perkembangan dari waktu ke waktu. Penggunaan work sampling dan
employee diary/log.
2. Metode
Wawancara
Pekerja diseleksi dan
diwawancara secara langsung ditempat pekerjaan meraka atau mereka yang terkait
langsung dengan pekerjaan yang dianalisis. Tiga jenis wawancara dapat digunakan
untuk mengumpulkan data analisis jabatan, yaitu wawancara individual, wawancara
kelompok, dan wawancara penyelia (Dessler : 1997). Dalam beberapa keadaan, seperti
pekerjaan yang diarahkan oleh tim, dapat juga digunakan wawancara kelompok.
Salah satu kelemahan metode wawancara adalah sangat memakan waktu, khususnya
jika pewawancara berbicara dengan dua atau tiga pegawai yang melakukan setiap
pekerjaan.
3. Metode
Angket
Dengan mengunakan
angket, yang bersangkutan diminta untuk memberikan data-data mengenai
jabatannya dangan kata-kata sendiri. Analis meminta karyawan mengisi kuisioner
untuk menggambarkan tugas-tugas yang berkaitan dengan jabatan dan tanggung
jawab mereka. Keuntungan utama dari metode kuisioner angket adalah informasi
atas sejumlah pekerjaan dapat dikumpulkan secara murah dan dalam waktuyang
relative singkat. Sebaliknya, metode angket memerlukan waktu yang lama untuk
menguji kuisioner tersebut.
I. Kegunaan Informasi
Analisa Jabatan
Analisa jabatan
disamping menghasilkan deskripsi dan spesifikasi jabatan, juga mempunyai
berbagai kegunaan lainnya. Diantara berbagai kegunaan tersebut adalah:
- Pengadaan Tenaga Kerja.Spesifikasi jabatan merupakan standard personalia yang akan dipakai sebagai pembanding para pelamar jabatan tersebut. Isi spesifikasi jabatan akan memberikan dasar pembentukan prosedur seleksi nantinya.
- Latihan, Uraian tentang tugas-tugas dan perlengkapan yang digunakan akan merupakan bahan pembantu di dalam pengembangan program-program latihan.
- Evaluasi Jabatan.Deskripsi jabatan dan persyaratan-persyaratan yang diinginkannya dapat dinilai untuk menentukan harganya. Dengan demikian tiap-tiap jabatan akan diberikan penghargaan yang layak.
- Penilaian Prestasi, Untuk menentukan apakah suatu pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik, maka deskripsi jabatan akan sangat membantu dalam penentuan sasaran pekerjaannya.
- Promosi dan Transfer, Informasi jabatan akan sangat membantu dalam menentukan salinan promosi ataupun transfer.
- Organisasi, Informasi jabatan yang diperoleh dari analisa jabatan seringkali menghasilkan petunjuk bahwa organisasi yang ada perlu diperbaiki.
- Induksi, Untuk pegawai baru deskripsi jabatan sangat berguna untuk maksud atau tujuan orientasi. Deskripsi jabatan ini akan memberikan gambaran tentang pekerjaan yang akan dilakukan oleh pegawai baru tersebut.
- Counseling, Informasi jabatan akan sangat berguna dalam pemberian counseling atau konsultasi baik bagi yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja tetapi merasa tidak sesuai dengan jabatannya sekarang ini.
Analisa jabatan
memberikan keterangan yang akan membantu didalam kemungkinan perubahan jabatan
agar bisa diisi dengan karyawan-karyawan dengan sifat khusus.
DAFTAR PUSTAKA
Nitisemito, Alex
S. Manajemen Personalia. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1982.
Handoko, Hani T. Manajemen
Personalia dan sumber Daya Manusia. Yogyakarta: 1993.
Moekijat. Analisa
Jabatan. Bandung: Alumni, 1982.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar